Saturday, February 20, 2016

Kuliah Jurusan Apa? Teknik Kimia Aja!


Alhamdulillah, buku ini sudah terbit sejak November 2015...

Buku ini merupakan satu dari rangkaian judul seri “Kuliah Jurusan Apa?” yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Penulisan buku ini berawal dari peluang yang ditawarkan Agensi Naskah Indscript Creative, untuk menuliskan buku-buku tentang bagaimana kuliah di perguruan tinggi. Gayung bersambut, sudah lama saya dan beberapa teman punya ide menulis buku tentang Teknik Kimia untuk orang awam. Dan buku ini pun didasari kegalauan saya, karena masih banyak orang yang mengira Teknik Kimia itu hanya berkutat di bidang ilmu kimia dan laboratorium. In fact, Chemical Engineering is much more fun and interesting!

Kenapa di buku ini saya kembali menggunakan nama asli saya? Yes, it’s still a matter of "Personal Branding". Walaupun nama “Arini Tathagati” awalnya digunakan untuk branding buku-buku craft dan traveling, tapi Teknik Kimia is always be part of my life, jauh sebelum saya tergila-gila dengan handicraft, dan jauh sebelum saya mendalami genre travel writing. Dengan memakai nama asli, saya tidak hanya memperkenalkan kepada publik mengenai latar belakang pendidikan saya. Lebih dari itu, branding saya akan diperkuat oleh para civitas akademika Teknik Kimia, termasuk bapak-ibu dosen, para alumni, dan rekan-rekan yang dulu sama-sama kuliah bersama saya.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Teh Indari Mastuti dan Mbak Chika Ananda atas dukungan mereka sehingga buku ini bisa terwujud. Terima kasih saya sampaikan juga kepada kedua orang tua saya yang mengilhami saya untuk menempuh kuliah di Teknik Kimia. Saya sampaikan juga terima kasih kepada komunitas Teknik Kimia ITB atas sambutannya yang hangat dengan terbitnya buku ini. Semoga buku ini bisa bermanfaat memberikan gambaran bagaimana kuliah di Program Studi Teknik Kimia, khususnya bagi adik-adik calon lulusan SLTA yang sedang galau dalam memilih program studi untuk pendidikan yang lebih tinggi.

Yang ingin beli buku ini tapi belum sempat ke Gramedia, bisa beli secara online di sini. Kalau yang ingin beli e-booknya, bisa langsung klik Scoop. O ya, buku ini juga sudah ada di Amazon.com, jadi bagi teman-teman di luar Indonesia yang memerlukan buku ini, silakan klik di sini.

Friday, August 15, 2014

Asyik, Jelajah Nusantara!

Alhamdulillah, antologi kedua saya akhirnya terbit ...

Masih dari grup Diva Press, dan masih berhubungan dengan passion saya akan traveling, buku antologi Asyik Jelajah Nusantara yang ditulis oleh para penulis dari Komunitas Kampung Sastra ini sejatinya ditulis sebelum Love Journey #2, namun atas kebijakan dari Diva Press, Love Journey #2 ternyata diterbitkan terlebih dulu daripada buku ini. Mari kita lihat sinopsisnya.

Selain kekayaan alam, Indonesia juga kaya akan tempat-tempat eksotis. Hal inilah yang menyebabkan banyak wisatawan, baik dari manca maupun lokal, yang tertarik untuk mengunjunginya, walaupun sangat jauh dari tempat tinggal. Selain menawarkan keindahan pesona alam, ada juga tempat yang menyajikan kekayaan budaya atau sejarah masa lalu. Tidak banyak negara yang mempunyai potensi negara yang sedemikian elok. Hanya di negara kita, negara Indonesia.

Lalu, tempat-tempat wisata apa sajakah yang menawarkan banyak pesona itu? Baca saja buku ini! Di dalamnya, diberikan gambaran beberapa tempat wisata dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Gua Jepang dan Gua Belanda di Jawa Barat sampai Kepulauan Raja Ampat di Papua. Semuanya disajikan secara lugas dalam penuturan beberapa penulis yang benar-benar pernah berkunjung ke tempat-tempat tersebut.

Buku terbitan Diva Press ini dibandrol dengan harga Rp 50.000, dan sudah beredar di toko-toko buku sejak pertengahan tahun 2014. Segera dapatkan di toko-toko buku terdekat di kota Anda!

Wednesday, May 14, 2014

Step by Step Membuat SOP



Alhamdulillah, buku keempat saya terbit...

Penantian selama 6 bulan rupanya tak terlalu lama, namun sama seperti sebelumnya, terbitnya buku ini pun tanpa sepengetahuan penulis, saya baru tahu kalau buku ini sudah terbit gara-gara ada yang komplain karena salah cetak :(.

Awal dari buku ini juga tidak terduga. Berawal dari adanya permintaan penulisan buku tentang SOP di Agensi Naskah Indscript Creative, karena setelah sekian lama belum ada yang merespon, saya coba-coba mengirimkan proposal naskah, dan voila! Segera setelah outline disetujui, saya pun langsung menuliskan buku ini. Semula agak sulit untuk menuliskan bagaimana menyusun SOP secara gamblang agar mudah dimengerti dengan bahasa awam, karena saya terbiasa dengan sistem prosedur di korporat yang sudah sangat terstruktur (dan kadang-kadang menggunakan "bahasa dewa"). Namun akhirnya hambatan ini bisa terselesaikan, dan inilah hasilnya.

Lagi-lagi, mungkin banyak yang bertanya, kok saya tidak konsisten dengan "Personal Branding" saya sendiri sebagai travel writer dan penggemar handicraft, karena kali ini saya kembali menggunakan nama asli saya untuk menulis di buku manajemen. Betul sekali, saya tetap konsisten dengan branding saya sebagai penulis dan tukang jalan-jalan. Saya juga sempat terpikir barangkali saya perlu punya nama pena lain. Namun setelah saya renungkan kembali, membuat SOP adalah salah satu kompetensi inti saya di pekerjaan formal saya. Jadi kali ini, saya memutuskan untuk kembali menggunakan nama asli saya, agar pembaca teringat bahwa seorang Arini Tathagati yang hobby traveling dan handicraft itu memiliki kompetensi formal dalam pembuatan SOP.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Teh Indari Mastuti dan Bang Rony Nugroho atas dukungan mereka sehingga buku ini bisa terwujud. Mudah-mudahan buku ini bisa memberikan setitik sumbangsih bagi dunia manajemen Indonesia, untuk meningkatkan kompetensi dari bangsa kita tercinta.

Tuesday, December 31, 2013

Pelanggan "Baru Tapi Lama" Bersama My Telkomsel

Saya seorang pelanggan Telkomsel berstatus "Baru Tapi Lama". "Baru" karena saya baru saja menjadi pelanggan pasca bayar, "Lama" karena sebenarnya saya sudah mengenal dan menggunakan produk Telkomsel prabayar sejak tahun 2001. 

Belum lama saya menjadi pelanggan Pascabayar Telkomsel, saya diperkenalkan dengan aplikasi My Telkomsel. Setelah saya mencoba mencari tahu lebih jauh, ternyata banyak yang menuliskan review dan testimoni bahwa aplikasi My Telkomsel memberikan banyak kemudahan. Misalnya berbagi pulsa, mengirim paket data, cek tagihan kartu Halo, sampai mengisi paket internet di tablet yang tak punya fitur telepon. Tampaknya aplikasi ini menarik untuk dicoba.

Tanpa membuang waktu, saya mengunduh aplikasi ini pada smartphone Android saya melalui Google Playstore, dan langsung mencoba menggunakannya. Pertama kali saya mencoba, saya sempat tidak bisa masuk dan harus login menggunakan password. Rupanya jika kita menggunakan aplikasi My Telkomsel dengan jaringan non-Telkomsel (misalnya menggunakan WiFi), kita harus meminta token/password dengan menghubungi nomor *323# dari nomor Telkomsel, dan kode token akan dikirimkan melalui SMS. Kode token inilah yang kemudian menjadi password untuk bisa masuk aplikasi My Telkomsel seperti pada gambar di bawah ini. Karena penasaran, di lain waktu saya mencoba masuk aplikasi ini melalui jaringan Telkomsel, dan saya bisa langsung login tanpa harus memasukkan password.

Halaman Login Aplikasi My Telkomsel
Saya kemudian mencoba aplikasi ini lebih jauh. Karena saya menggunakan kartu Halo dengan paket smartphone, manfaat yang sangat saya rasakan adalah memeriksa tagihan saya dan berapa kuota paket internet yang sudah saya gunakan. Ini sangat membantu saya yang memiliki banyak aktivitas dan sangat mobile untuk memanfaatkan dan mengelola akses internet yang saya butuhkan dalam beraktivitas.

Ringkasan Informasi Account Saya

Informasi Tagihan Terakhir
Tidak hanya memudahkan dalam melihat tagihan terakhir dan informasi kuota paket internet, My Telkomsel juga membantu saya sebagai pelanggan untuk melihat layanan-layanan lain yang dikeluarkan oleh Telkomsel, termasuk layanan pelanggan apabila saya mengalami masalah. Jadi tidak perlu repot mencari informasi layanan pelanggan, tinggal buka aplikasi ini, masuk ke menu Layanan Pelanggan, dan saya bisa memperoleh informasi dan berbagai layanan pelanggan seperti GraPARI terdekat, pengajuan pengaduan, serta pengelolaan tagihan.

Informasi Paket Langganan Telkomsel

Menu Layanan Pelanggan
Jika saya merasa kesulitan dalam menggunakan aplikasi My Telkomsel, saya dibantu oleh video tutorial berikut ini:

Singkat kata, aplikasi My Telkomsel merupakan upaya Telkomsel untuk memudahkan pelanggannya dalam menggunakan dan mengelola perangkat komunikasinya secara efisien, baik dalam bentuk telepon, SMS, maupun internet. Dan setelah saya mencobanya, saya bisa merekomendasikan kepada Anda agar jangan ragu untuk mencobanya juga.

Artikel ini diikutkan dalam lomba blog My Telkomsel:
http://www.ibu-ibudoyannulis.com/2013/12/diperpanjang-lomba-nge-blog-asyik.html

Tuesday, December 24, 2013

Love Journey #2 : Mengeja Seribu Wajah Indonesia


Alhamdulillah, akhirnya antologi pertama saya terbit ... (setelah 3 buku solo dan 1 buku self publishing, hehehe)

Buku ini berisi kumpulan kisah-kisah perjalanan para traveler di Indonesia. Berbeda dengan tulisan traveling yang umumnya menceritakan tentang keindahan sebuah tempat, buku ini justru mengupas sisi lain dari perjalanan tersebut. Ada suka, duka, perayaan, tragedi, kekayaan budaya, dan hal-hal lain yang terkadang luput dari perhatian kita selama melakukan perjalanan.

Tulisan dalam buku ini berasal dari peserta kompetisi yang digawangi Lalu Abdul Fatah dan Dee An, setelah mereka berdua menelurkan buku antologi Love Journey : Ada Cinta di Tiap Perjalanan. Melalui seleksi dan penilaian, terpilih 20 tulisan dan 3 yang mengisi buku ini, dan salah satunya adalah kisah perjalanan saya blusukan ke para pengrajin batik di Pekalongan. Bagaimana kisah lengkap lahirnya buku ini, Anda bisa mengikutinya dari blog Lalu Abdul Fatah berikut ini: http://lafatah.wordpress.com/2013/12/24/di-balik-mengeja-seribu-wajah-indonesia/.

Buku terbitan de Teens (imprint dari Diva Press) ini dibandrol dengan harga Rp 58.000, dan rencananya akan beredar di toko-toko buku pada awal tahun 2014. Nantikan kehadirannya di toko-toko buku terdekat di kota Anda!


Saturday, December 21, 2013

Bung Karno Sang Singa Podium (dari website Bpk Roso Daras)

Diambil dari website Bapak Roso Daras : http://rosodaras.wordpress.com/2013/12/12/bung-karno-sang-singa-podium/

Sungguh saya bersyukur sekaligus mengapresiasi langkah Rhien Soemohadiwidjojo yang telah menulis dan memplublikasikan buku: “Bung Karno Sang Singa Podium”. Syahdan, penulis yang bernama asli Arini Tathagati ini beberapa bulan lalu menghubungi saya, meminta tulisan untuk endorsement buku setebal 427 halaman itu.

Seperti biasa, saya merasa tersanjung disusul mongkog hati, besar rasa, untuk meluluskan permintaan Arini, sesibuk apa pun. Apalah arti kesibukan rutin, dibanding memenuhi permintaan seorang penulis yang telah bersusah payah menulis buku tentang Bung Besar.

Buku terbitan Second Hope ini sudah beredar di  pasaran. Akan tetapi, terus terang, saya baru tahu setelah Arini berkirim email, mengabarkan ihwal telah beredarnya buku itu. Alhamdulillah, dia menanyakan alamat diiringi niatnya mengirim satu copy buku sebagai komplimen buat saya, tentu saja disertai  bubuhan tanda tangan sang penulis. Terima kasih. Buku sudah saya terima.

Buku ini berisi 8 (delapan) bab. Bab 1 Siapa tak Kenal Bung Karno. Bab 2 Bung Karno Sang Singa Podium. Bab 3 Pidato Bung Karno Pra Proklamasi. Bab 4 Pidato Bung Karno di Masa Proklamasi dan Perang Kemerdekaan (1945 – 1950). Bab 5 Pidato Bung Karno di Masa 1950 – 1958. Bab 6 Pidato Bung Karno di Masa Demokrasi Terpimpin. Bab 7 Pidato Bung Karno Setelah 1965. Bab 8 Kutipan-kutipan  BungKarno.

Sekalipun judulnya Bung Karno Sang Singa Podium, tetapi Arini yang menggunakan nama penulis Rhien Soemohadiwidjojo itu melengkapinya dengan sejarah Bung Karno. Akan tetapi, ruh buku ini sejatinya tersaji di Bab 2 Bung Karno Sang Singa Podium. Tak heran jika penulis dan penerbit menyepakati bab ini sebagai judul besar buku.

Bab 2 ini diawali dengan sub bab tentang Bung Karno Sang Orator Ulung. Sub bab kedua, tentang tema pidatto-pidato Bung Karno.  Sub bab ketiga mengupas rahasia pidato-pidato Bung Karno. Sub bab keempat tentang tanggapan para pendengar pidato-pidato Bung Karno. Sub bab kelima tentang pidato religius Bung Karno. Sub bab keenam tentang penerjemah pidato Bung Karno. Terakhir, sub bab ketujuh tentang peran para ajudan Bung Karno.

Seperti biasa, saya selalu risih jika melihat atau membaca penulisan Sukarno dengan “oe” (Soekarno). Sayangnya, saya menemukannya di buku ini. Tentang penulisan Sukarno dan Soekarno, saya pernah menulis secara khusus di blog ini, mengutip statemen Bung Karno kepada Cindy Adams. Intinya, dia yang memberlakukan ejaan yang disempurnakan, maka secara konsekuen dia pun mengubah penulisan namanya dari Soekarno menjadi Sukarno. Ihwal tanda tangannya yang menggunakan “oe” dia berdalih, sebagai hal yang berbeda. Tanda tangan yang sudah diguratkannya dengan “oe” sejak ia sekolah, tentu tidak mudah untuk diubah.

Terakhir, (ehm…) buku ini tetap menarik karena di halaman belakang ada endorsement dari pemilik blog ini…. (rosodaras)

Thursday, November 21, 2013

[Wonderful Indonesia] Harta Karun Destinasi Wisata Budaya di Lombok

Siapa yang tak kenal Lombok? Pulau Pedas yang terkenal dengan kecantikan panoramanya ini telah menarik hati wisatawan, baik dari domestik maupun mancanegara. Pantai-pantai Lombok yang berpasir putih dengan laut yang biru bagaikan ratna mutu manikam telah memanggil para pecinta pantai di seluruh dunia untuk mengunjunginya. Ditambah kemegahan Gunung Rinjani dengan telaga berwarnanya seolah menjadi saksi bisu keaslian dan keasrian alam di Pulau Lombok.

Pantai Malimbu
Namun destinasi wisata di Lombok tidak terbatas pada kekayaan panorama alamnya. Lombok juga memiliki obyek wisata budaya yang unik dan menarik untuk dikunjungi. Kekayaan dan keunikan wisata budaya ini tak lepas dari sejarah dan peradaban yang ada di Pulau Lombok . Di satu sisi, Lombok memiliki penduduk asli Suku Sasak yang umumnya memeluk agama Islam. Di sisi lain, sebagian wilayah Pulau Lombok pernah menjadi bagian dari Kerajaan Karangasem, sehingga banyak peninggalan dari Kerajaan Karangasem dan umat Hindu yang terdapat di pulau ini.

Desa Adat Sade
Salah satu destinasi wisata budaya yang diperkenalkan oleh laman web pariwisata resmi Indonesia.Travel adalah Desa Adat Sade. Desa Adat Sade terletak di Kecamatan Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, 20 menit perjalanan ke arah selatan dari Bandara Internasional Lombok di Praya. Desa adat yang merupakan tempat tinggal Suku Sasak ini telah berdiri selama 600 tahun. Untuk berkeliling di Desa Sade, Anda akan dipandu para pemuda Sasak yang akan membawa Anda memasuki Bale Tani atau rumah tinggal Suku Sasak. Salah satu keistimewaan Bale Tani adalah perawatan lantainya yang digosok menggunakan kotoran kerbau. Menurut kepercayaan Suku Sasak, kotoran kerbau dapat mengusir serangga, menghangatkan lantai rumah, serta berfungsi untuk menangkal serangan magis. Saat mengunjungi Desa Adat Sade, Anda juga bisa membeli cenderamata berupa pernak-pernik dari tanduk kerbau, atau tenunan songket hasil karya wanita Suku Sasak.

Taman Narmada
Anda juga bisa mengunjungi Taman Narmada di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, kurang lebih 15 menit perjalanan ke arah timur dari Kota Mataram. Taman seluas 2 hektar ini dibangun oleh Rasa Anak Agung Ngurah Karang Asem pada tahun 1727, sebagai istana musim panas tempat keluarga Kerajaan Mataram Karangasem beristirahat. Filosofi dari arsitektur di taman ini adalah miniatur Gunung Rinjani, yang dibangun untuk melaksanakan ritual Upacara Pakelem, atau upacara kurban untuk minta hujan. Sebelumnya, Upacara Pakelem dilaksanakan di puncak Gunung Rinjani, namun karena usia Raja sudah terlalu tua, maka Taman Narmada dibangun sebagai miniatur Gunung Rinjani, dan Upacara Pakelem dilaksanakan di tempat ini. Selain memiliki bangunan kuno dengan hawa khas taman yang sejuk, Taman Narmada juga memiliki sumber air suci dan Pura Kalasa, yang saat ini masih digunakan sebagai sarana ibadah umat Hindu.

Pura Lingsar
Masih di Kecamatan Narmada, tak jauh dari Taman Narmada, terdapat Kompleks Pura Lingsar, yang telah berdiri sejak abad ke-15. Walau disebut “pura”, namun tempat ini tidak hanya digunakan oleh umat Hindu, tetapi juga digunakan sebagai tempat ibadah pemeluk IslamWetu Telu. Tradisi unik khas Pura Lingsar yang diadakan setiap tahun adalah Perang Topat, yang diselenggarakan secara bersama-sama oleh penganut agama Hindu dan Islam Wetu Telu sebelum masa menanam padi, sebagai perwujudan rasa syukur atas limpahan karunia dari Sang Pencipta.

Lombok dapat dikunjungi dari Jakarta atau Bali dengan menggunakan pesawat udara melalui Bandara Internasional Lombok di Praya. Lombok juga bisa dikunjungi dari Bali dan Sumbawa menggunakan kapal ferry. Untuk menginap, tersedia penginapan mulai dari hotel melati hingga hotel bintang 5. Penginapan terkonsentrasi di pusat Kota Mataram, Pantai Senggigi di sisi barat Lombok, atau Pantai Kuta di sisi selatan Lombok. Untuk berkeliling di tempat wisata seputar Lombok, sangat disarankan untuk menyewa kendaraan, karena keterbatasan rute dan jumlah angkutan umum di Pulau Lombok.